Ini Dia Penyebab Anemia Dan Cara Mengobatinya

Penyebab Anemia Dan Cara Mengobati Anemia
Anemia (kekurangan sel darah merah) adalah kondisi medis di mana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari biasanya (abnormal). Anemia dapat dideteksi dengan tes darah sederhana yang disebut Complete Blood Count (CBC). 

Anemia sendiri biasanya terjadi karena kadar hemoglobin yang kurang, namun kadar hemoglobin pada dasarnya berbeda pada pria dan wanita. Pada pria anemia didefinisikan karena hemoglobin pada tubuh kurang dari 13,5 gram/100 ml, sedangkan pada wanita kurang dari 12,0 gram/100 ml. Definisi ini dapat sedikit berbeda tergantung pada sumber dan referensi laboratorium yang digunakan. 

Anemia disebabkan oleh penurunan produksi sel darah merah (penurunan erythropoiesis) atau hemoglobin, atau peningkatan kehilangan (biasanya karena pendarahan) atau kerusakan sel darah merah.

Gejala Seseorang Yang Terkena Anemia

Terdapat beberapa gejala yang muncul saat seseorang terkena anemia, diantaranya: 
  • Mudah lelah  
  • Tampak pucat 
  • Mengembangkan palpitasi (perasaan berdebar kencang) 
  • Sesak napas 

Gejala anemia ini juga mungkin akan muncul kebeberapa orang, diantaranya:

Apa Itu Hemoglobin?

Sel darah merah
Secara fungsional, hemoglobin adalah metaloprotein di dalam sel darah merah yang bergabung dengan oksigen dari paru - paru dan membawa oksigen dari paru-paru ke sel-sel di seluruh tubuh. Oksigen sangat penting bagi semua sel dalam tubuh untuk menghasilkan energi.

Mendiagnosis Anemia

Penyebab Anemia Dan Cara Mengobati Anemia
Tes Complete Blood Count (CBC) dapat dilakukan oleh dokter sebagai bagian dari pemeriksaan umum dan skrining atau berdasarkan tanda-tanda dan gejala klinis yang mungkin menunjukkan anemia atau kelainan darah lainnya.

Apa Penyebab Seseorang Yang Terkena Anemia?

Anemia pada dasarnya disebabkan melalui dua jalur dasar, yaitu:
  1. Penurunan produksi sel darah merah atau hemoglobin, atau 
  2. Peningkatan kehilangan atau kerusakan sel darah merah. 

Klasifikasi anemia yang lebih umum (hemoglobin rendah) didasarkan pada Mean Corpuscular Volume (MCV) yang menandakan volume rata-rata sel darah merah individu.

Keterangan:

  • Jika MCV tinggi, maka itu disebut anemia makrositik (volume sel darah merah besar).  
  • Jika MCV dalam kisaran normal (80-100), itu disebut anemia normositik (volume sel darah merah normal). 
  • Jika MCV rendah (kurang dari 80), anemia dikategorikan sebagai anemia mikrositik (volume sel darah merah rendah). 

Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia pernisiosa. Jenis anemia pernisiosa ini dapat terjadi pada seseorang yang tidak dapat menyerap vitamin B12 dari ususnya dikarenakan beberapa alasan. Gangguan penyerapan B12 disebabkan karena seseorang yang memiliki struktur atau fungsi perut atau usus yang tidak normal meskipun asupannya cukup.

Hal ini biasanya menyebabkan jenis anemia makrositik (volume sel darah merah besar).  Vitamin B12, bersama dengan folat, terlibat dalam pembuatan molekul heme yang merupakan bagian integral dari hemoglobin. Kekurangan folat juga bisa menjadi penyebab anemia. 

Hal ini juga mungkin disebabkan oleh penyerapan yang tidak memadai, kurang mengkonsumsi sayuran hijau, penggunaan alkohol berat jangka panjang, dan lainnya. Dapat terjadi pecah atau rusaknya sel darah merah (anemia hemolitik) karena antibodi menempel pada permukaan sel darah merah. 

Kemoterapi tertentu untuk kanker juga dapat menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang dan menurunkan produksi sel darah merah, yang mengakibatkan anemia. Lebih lagi, Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) ternyata juga dapat menyebabkan anemia.

Apakah Anemia Dapat Terjadi Karena Faktor Genetik?

Faktanya, anemia mungkin saja bisa diturunkan secara genetik (turun-temurun). Gangguan herediter menyebabkan hemoglobin abnormal dan dapat memperpendek masa hidup sel darah merah. Gangguan herediter juga dapat menyebabkan anemia dengan mengganggu produksi hemoglobin normal.

Bagaimana Anemia Dapat Diobati?

Perawatan anemia sangat bervariasi. Pertama, penyebab mendasar anemia perlu diidentifikasi dan diperbaiki. Sebagai contoh, anemia akibat kehilangan darah akibat tukak lambung harus dimulai dengan obat untuk menyembuhkan tukak lambung. 

Demikian juga, pembedahan sering diperlukan untuk menghilangkan kanker usus besar yang menyebabkan kehilangan darah kronis dan anemia. Terkadang suplemen zat besi juga dibutuhkan untuk memperbaiki kekurangan zat besi. Pada anemia berat, transfusi darah mungkin diperlukan. 

Suntikan vitamin B12 akan diperlukan untuk pasien dengan anemia pernisiosa atau penyebab defisiensi B12 lainnya. Pada pasien tertentu dengan penyakit sumsum tulang (atau kerusakan sumsum tulang akibat kemoterapi) atau pasien dengan gagal ginjal , epoetin alfa (Procrit, Epogen) dapat digunakan untuk merangsang produksi sel darah merah sumsum tulang.
komentar